Islam merupakan agama yang senantiasa mendorong penganutnya untuk mempelajari ilmu dan aplikasinya pada teknologi dengan gairah yang menyala–nyala, bahkan setengahnya diwajibkan. Kita mengenal hadits Nabi SAW yang cukup populer, yang artinya “…mencari ilmu itu wajib hukumnya bagi kaum muslimin dan muslimah.” Ataupun hadits yang lain, yang artinya. “….tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina.” Meskipun hadits terakhir ini dianggap dhaif, namun esensinya (yakni menuntut) ilmu tidaklah kemudian lenyap begitu saja.

Islam menggarisbawahi bahwa ayat–ayat suci yang menjadi kalimah Allah SWT tidak hanya yang tertuang dan tercetak dalam kita suci saja, atau ayat–ayat yang tersurat (qauliyah). Namun juga sangat banyak ayat yang tersirat, yang terpampang di hadapan kita di alam semesta (ayat kauniyah). Berbeda dengan ayat qauliyah, ayat kauniyah ini harus ditelusuri lebih dahulu secara mendetil, kadang lewat jalan yang berliku, sebelum bisa menerjemahkan dan menafsirkan apa maksudnya dan apa pesannya bagi Umat Islam, umat terbaik yang pernah ada di Bumi.

Di dalam al–Qur’an, menurut Syaikh Jauhari Thanthawi pada tujuh dekade silam, terdapat sekurangnya 750 yang membahas tentang alam semesta. Jumlah ini bisa dibandingkan misalnya dengan 150 ayat yang membahas tentang fiqh. Satu hal yang disayangkan, meski jumlah ayat yang membahas alam semesta demikian banyak, namun prioritas pembelajarannya kalah jauh dibandingkan, misalnya, dengan pembelajaran ilmu fiqh. Perkembangan ilmu pengetahuan dalam Islam boleh dikata sedang mengalami masa kejumudan (kebekuan), yang barangkali disebabkan oleh terputusnya mata rantai ilmu pengetahuan akibat invasi Mongol ke Baghdad berabad silam. Namun di sisi lain juga disebabkan oleh kecenderungan “malas” berfikir akibat berkembangnya model–model esoteris yang cenderung eskapis (melarikan diri) dari realitas dunia.

Konsekuensi dari kebekuan ini sungguh luar biasa. Hingga kini hanya ada 2 ilmuwan Muslim yang pernah berdiri di panggung penerimaan hadiah Nobel. Hingga 2004, dari 46 negara Islam yang tergabung dalam OKI (Organisasi Konferensi Islam), dana yang dialokasikan untuk aktivitas ilmiah baru mencapai 0,45 % dari PDB (Produk Domestik Bruto). Ini sangat jauh dibanding negara–negara maju yang sudah mencapai angka 2,3 % dari PDB. Demikian pula dengan rasio cendekiawan (ilmuwan, teknisi, insinyur dll) terhadap penduduk keseluruhan. Di negara–negara Islam hanya ada 8,8 cendekia per 1.000 penduduk, bandingkan dengan 139,3 cendekia per 1.000 penduduk negara–negara maju (dinukil dari Dr. Agus Purwanto dalam buku "Ayat-Ayat Semesta").

Implikasi dari ketimpangan ini sungguh luar biasa. Umat Islam tidak bisa berkutik ketika masalah Palestina, Irak, Pakistan dan Afghanistan tidak jua terselesaikan. Umat Islam hanya menjadi pasar yang besar bagi vaksin virus H1N1 dan H5N1 yang sedang dikembangkan raksasa–raksasa farmasi dunia. Bahkan meski menjadi salah satu peletak dasar ilmu astronomi, Umat Islam tidak bisa berbuat banyak ketika astronom sedunia (yang rata–rata non muslim) berpesta pora dengan hasil–hasil bidikan teleskop ruang angkasa Hubble, Spitzer ataupun hasil misi–misi antariksa antarplanet. Di sisi yang lain, Umat Islam juga menjadi pasar yang empuk bagi program pembodohan massal, entah disengaja atau tidak, yang mewujud dalam aneka isu yang sebenarnya tidak memiliki dasar ilmiah yang kuat. Seperti isu Kiamat 2012.

Kondisi ini tentu tak boleh dibiarkan berlarut–larut. Mari bangkit, mari memperbaiki diri, mari mulai berubah, mulai dari lingkungan sendiri, mulai dari hal yang kecil–kecil dan mulai dari hal yang sederhana. Kabarkanlah kebenaran meski hanya dari satu ayat.

Isu Kiamat 2012 pada hakikatnya hanyalah reproduksi (pengulangan kembali) isu sejenis yang sudah pernah muncul di masa sebelumnya. Ada isu yang “berhasil” dan banyak pula yang tidak. Di dunia Islam, isu kiamat sering dikaitkan dengan kemahdian (mesianisme) , dimana yang menonjol adalah munculnya Gerakan Qadyaniyyah (Ahmadiyyah) . Sementara di dunia non Islam, khususnya Kristiani, kaitannya hampir sama tapi lebih ditekankan kepada kedatangan juru selamat.

Seluruh isu kiamat yang pernah muncul, khususnya di masa kontemporer, adalah bohong. Meski di masa kontemporer pula kita mencatat isu kiamat tak jarang mengorbankan jiwa manusia yang tidak memahaminya. Seribu orang tewas bunuh diri massal akibat isu kiamat dalam sekte Kuil Rakyat (People Temple) pimpinan Jim Jones yang bermarkas di Jonestown, Guyana, pada awal 1980–an. 11 orang tewas akibat tebaran gas syaraf (sarin) oleh sekte Aum Shinrikyo pimpinan Shoko Asahara pada 1995 di Tokyo, Jepang. Dan 37 orang anggota sekte Heavens Gate tewas bunuh diri akibat isu kiamat yang berkaitan dengan datangnya komet Hale–Bopp. Nah, kira–kira siapa dan berapakah yang harus tewas sia–sia dengan berkecamuknya isu Kiamat 2012 ?

Isu Kiamat 2012 dinisbatkan kepada kebudayaan Maya, sebuah kebudayaan kuno yang mengagumkan di Amerika Tengah. Namun tetua Suku Maya sendiri tak pernah menyatakan bahwa kebudayaan Maya meramalkan kedatangan kiamat. Suku Maya memang mengagumkan, karena meski tak pernah menemukan roda, mereka bisa membangun piramida dan kota–kota yang sibuk sebelum kemudian berlebihnya jumlah penduduk memicu degradasi lingkungan yang menghilangkan mereka dari pentas peradaban, tepat ketika Nabi SAW mulai berhijrah ke Yastrib.

Ditinjau dari sudut pandang ilmu pengetahuan, khususnya astronomi, geologi dan geofisika, tak ada satupun aspek dalam isu Kiamat 2012 yang memiliki basis ilmiah kuat, terkecuali badai Matahari (sunstorm), itupun prediksi termutakhir menunjukkan sifat badai Matahari mendatang sangat berlawanan dengan apa yang dibayangkan para "penggemar" kiamat. Gerhana pusat galaksi, yakni tertutupinya pusat galaksi Bima Sakti oleh Matahari selama sesaat pada 21 Desember 2012 pukul 18:11 WIB, ternyata tak pernah bisa terjadi karena Matahari hanya sanggup menjangkau deklinasi - 23,5 sementara pusat galaksi ada di deklinasi -29. Pun demikian dengan penjajaran (konjungsi) besar planet–planet dalam tata surya, hanya ada Merkurius–Venus dan Venus–Bumi yang berjejeran searah ke Matahari pada dua kesempatan terpisah alias tidak saling bersamaan.

Terbelahnya benua, yang diawali dari lembah Dabbahu di Afrika timur, ternyata merupakan proses kontinyu yang sudah terjadi sejak 5 juta tahun silam sebagai bagian dari siklus Wilson dalam tatanan tektonik global, khususnya terkait dengan pembentukan dasar samudera dan pemekaran lantai samudera akibat pembentukan lempeng–lempeng tektonik baru. Aktivitas di kaldera Yellowstone ternyata lebih menjurus ke aktivitas bradyseismic dan sejarah menunjukkan ada selang waktu ribuan tahun antara bradyseismic dengan letusan besar sebagaimana ditunjukkan oleh perilaku kaldera Campania di Italia. Dan andaikata kaldera Yellowstone meletus pun, dengan volume kubahnya magmatik tersembunyinya (cryptodome) saat ini, letusanya hanya menyamai Galunggung 1982–1983 alias berada di kisaran skala VEI 5.

Tumbukan dengan planet X takkan pernah terjadi, karena bagaimana bisa terjadi tumbukan jika planet X sendiri hanyalah ilusi alias tidak pernah ada. Pun demikian dengan planet Nibiru, yang juga tak pernah ada. Andaikata Nibiru ada, pada hari-hari ini kita sudah akan bisa menyaksikannya dengan jelas sebagai benda langit bermagnitude +6 di belahan langit selatan, berdekatan dengan Awan Magellan Besar. Dengan magnitude tersebut, maka benda langit itu seharusnya sudah nampak dengan mata telanjang. Tumbukan dengan komet dan asteroid, meski potensial, sejauh ini dinisbatkan berada pada probabilitas nol (alias skala Torino nol) karena tidak terdeteksi adanya komet atau asteroid yang langsung mengarah ke Bumi. Dan andaikata siklus Shiva itu benar, dimana terjadi periodisasi hantaman benda langit seukuran +/- 10 km setiap 30 juta tahun sekali, maka tumbukan tersebut diidentifikasi sudah terjadi pada 0,78 juta tahun silam di atas Asia Tenggara.

Juga dengan isu memanasnya inti Bumi oleh neutrino yang dilepaskan Badai Matahari. Itu tak mungkin terjadi karena neutrino selalu dipancarkan setiap saat, tak perlu menunggu peristiwa badai Matahari, dengan jumlah luar biasa banyak (650 milyar neutrino per detik untuk tiap sentimeter persegi permukaan Bumi. Hanya sebagian sangat kecil neutrino yang bereaksi dengan materi, sesuai dengan sifat dasarnya yang sangat sulit bereaksi kecuali dalam proses interaksi lemah, satu dari empat gaya fundamental di alam semesta. Ketika jumlah yang bereaksi sangat kecil, menjadi tidak logis kalau jumlah yang sangat kecil itu mampu memanaskan Bumi, bukan ?

Hanya aspek Badai Matahari yang memiliki basis ilmiah. Itupun harus digarisbawahi bahwa Badai Matahari yang kemungkinan terjadi pada akhir 2012 / awal 2013, dengan prediksi mutakhir bergeser pada April - Mei 2014 lebih berdampak pada sistem elektronis yang ada di Bumi. Prediksi terakhir justru menunjukkan aktivitas Matahari yang kalem, dingin, dan jika mencapai puncaknya pada 2014 tersebut hanya akan nampak 40-an bintik Matahari, sebanding dengan yang dialami Bumi pada masa Dalton minimum dan berpotensi menggiring Bumi ke global cooling yang salah satu gejalanya sudah kita rasakan dalam bentuk penurunan suhu ekstrim di belahan Bumi utara. So, sangat berkebalikan dengan yang dibayangkan para "penggemar" kiamat bukan?

Andaikata badai matahari terjadi dengan kedahsyatan yang menyamai skala Carrington event 1859, kita mungkin akan kehilangan sinyal seluler untuk sementara, mengalami pemadaman listrik untuk sementara, ATM macet, trasportasi sedikit kacau dan sebagainya. Namun keimanan kita, ijtihad kita dan pesan – pesan yang ditinggalkan Baginda Nabi SAW dan para sahabat nabi serta para auliya kita, mengajarkan bahwa kita tak perlu merasa hal itu menjadi sebuah malapetaka, apalagi yang menghancurkan dunia. Satu kalimat hikmah menyebut “…kiamat akan terjadi pada hari Jumat, namun andaikata kiamat terjadi besok pagi, maka sore nanti tetaplah bertanam padi.”





2012











Heboh fil
m Holywood 2012 dihubungkan dengan kiamat. Walaupun aslinya, film yang dibuat berdasarkan penanggalan suku Maya yang dianggap sering akurat tidak menyebut-nyebut kiamat. Hanya saja penanggalan mereka berakhir di 21 12 2012. Yang kabarnya lebih disebut sebagai kehadiran abad baru.

Hal ini menjadi hadir seakan konkrit ketika didukung oleh penjelasan para ahli berdasarkan kajian terhadap alam semesta terutama matahari. Aktifitas matahari yang akan mencapai puncaknya tahun 2011/2012 itu akan mengalami yang disebut dengan badai matahari atau tsunami matahari dan efeknya bagi bumi adalah musibah besar.

Masalahnya, film ini di kita disebut-sebut sebagai gambaran kiamat. Semua media menggunakan bahasa ini. Sehingga inilah yang harus disikapi, mengingat kiamat adalah salah satu pembahasan teramat penting bagi keimanan seorang muslim.

Masalah lainnya adalah ketika penulis muslim, para ustadz tidak memberikan jawaban yang pasti dan meyakinkan. Banyak yang hanya memberikan jawaban normatif setelah itu dibuka kemungkinan bahwa kiamat bisa terjadi kapan saja, termasuk tahun 2012. Ini amat membingungkan dan menyesatkan.

Mungkinkah 2012 kiamat?

Jawab: Mustahil!

Bagaimana bisa dijawab mustahil. Bukankah kita semua tidak ada yang tahu tentang kiamat. Sebagaimana ramalan tentang kiamat yang akan terjadi tahun 2012 tidak benar, maka menafikannya bisa jadi juga tidak benar. Karena kita sama-sama tidak tahu.

Benar, memang tidak ada satupun di antara kita yang tahu kapan kiamat besar akan terjadi. Saat semesta ini dihancurkan oleh Allah azza wajalla. Tetapi dalam aqidah muslim, ilmu tentang kiamat ini detail dan lengkap. Tidak ada yang buram sedikit pun dan tidak ada yang gelap. Semuanya terang. Dari peristiwa detail tentang seperti apa hari H kiamat itu, hingga peristiwa-peristiwa yang mendahului kehancuran semesta tersebut. Detail, lengkap dan pasti benar.

Dari ilmu itulah keluar kalimat: Mustahil 2012 kiamat!

Bahkan lebih dari itu: Siapa saja yang mempercayai atau menyisakan kemungkinan sekecil apapun bahwa 2012 akan terjadi kiamat, maka TELAH CACAT KEIMANANNYA!

Inilah alasan mengapa mustahil:

1. Tidak ada satupun yang mengetahui kapan terjadinya kiamat

إِنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْأَرْحَامِ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

“Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (Qs. Luqman: 34)

Ayat ini menegaskan 5 hal, hanya Allah yang tahu ilmu kepastiannya. Ilmu pengetahuan sehebat apapun tidak akan pernah bisa memastikan terhadap 5 hal yang disebut dalam ayat tersebut. Di antara 5 hal tersebut adalah ilmu tentang kiamat. Inilah yang ditegaskan oleh Rasulullah dalam kaimat beliau saat ditanya oleh Jibril sebagai pelajaran bagi para shahabat yang hadir:

ما المسئول عنها بأعلم من السائل

Tidaklah yang ditanya lebih tahu dari yang bertanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Yang ditanya adalah Rasulullah sebagai manusia terbaik. Yang bertanya adalah Jibril sebagai malaikat terbaik. Jika, manusia terbaik dan malaikat terbaik tidak mengetahui kapan kiamat terjadi, maka apapun ramalan tentang kapan kiamat terjadi dari manapun ramalan itu dipastikan tidak pernah benar!

2. Hadits-hadits tentang Mahdi

Pembahasan inilah yang akan sangat detail membantah sampai ke akarnya dengan hitungan angka. Mari kita ikuti penjelasan detail Rasulullah tentang tema ini.

Al-Mahdi adalah awalan bagi tanda-tanda besar untuk kedatangan kiamat. Kemunculan pemimpin yang akan membawa kemakmuran dunia ini, datang hampir bersamaan dengan kemunculan Dajjal yang merusak dan turunnya Nabi Isa yang bertugas membunuh Dajjal.

Nah kapan al-Mahdi muncul?

2 hadits berikut ini bisa kita jadikan alat untuk menghitung:

تَكُونُ النُّبُوَّةُ فِيكُمْ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةٌ عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا عَاضًّا فَيَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا جَبْرِيَّةً فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ ثُمَّ سَكَتَ

“Nubuwwah akan ada pada kalian hingga Allah kehendaki, kemudian Allah hilangkan. Kemudian Khilafah di atas sistim kenabian hingga Allah kehendaki , kemudian Allah hilangkan. Kemudian kerajaan yang menggigit hingga Allah kehendaki, kemudian Allah hilangkan. Kemudian kerajaan diktator hingga Allah kehendaki, kemudian Allah hilangkan. Kemudian khilafah di atas sistim kenabian.”

Kemudian Nabi diam. (HR. Ahmad)

يقتتل عند كنزكم هذا ثلاثة كلهم ابن خليفة ثم لا يصير إلى واحد منهم ثم تطلع الرايات السود من قبل المشرق فيقتلونكم قتلا لم يقتله قوم فإذا رأيتموه فبايعوه ولو حبوا على الثلج فإنه خليفة الله المهدى (ابن ماجه ، والهيثم بن كليب ، والرويانى ، والحاكم ، والضياء عن ثوبان)

“Akan berperang (memperebutkan) pundi-pundi kalian tiga orang. Mereka semua adalah anak khalifah. Kemudian tidak akan didapat oleh satupun di antara mereka. Kemudian muncullah panji-panji hitam dari arah timur. Mereka akan memerangi kalian yang belum pernah dilakukan oleh suatu kaum pun. Jika kalian melihatnya, maka berbaiatlah kalian walaupun harus merangkak di atas salju, sesungguhnya ia adalah khalifatullah al-Mahdi (HR. Ibnu Majah dan Hakim, al-Bushiri berkata:ini sanadnya shahih, al-Hakim berkata: shahih berdasarkan syarat syaikhain dan disepakati oleh adz-Dzahabi, al-Albani juga menshahihkan hadits ini kecuali kata: khalifatullah)

Inilah analisa dari kedua hadits tersebut.

1. Di Akhir zaman akan muncul kembali khilafah ‘ala manhaj an-Nubuwwah yang hingga hari ini belum muncul, dan pasti akan muncul. Kalimat yang dipakai nabi ini persis dengan kalimat yang dipakai oleh Nabi untuk menyebutkan masa pemerintahan sangat adil sepanjang pemerintahan khulafaur rasyidin (Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali). Tidak ada yang kebetulan dari kalimat Nabi. Kesamaan kalimat menginspirasikan banyaknya kesamaan. Nabi pernah bersabda, “ Kekhilafahan setelah aku 30 tahun kemudian kerajaan.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud). Jadi, kalau kita meminjam lamanya khilafah ‘ala manhaj an-Nubuwwah zaman shahabat, maka –wallahu a’lam- khilafah akhir zaman ini akan hadir kira-kira sepanjang 30 tahun.

2. Sementara al-Mahdi baru akan muncul dengan ditandai beberapa hal di antaranya sebagaimana hadits di atas bahwa akan munculnya perebutan dan pertikaian 3 anak khalifah terhadap pundi-pundi muslimin. Dalam riwayat lain disebutkan bahwa al-Mahdi akan datang ketika bumi dipenuhi kedzaliman dan perselisihan.

3. Itu artinya al-Mahdi yang akan muncul sebelum kiamat baru akan muncul setelah umat Islam mempunyai kekhilafahan di muka bumi ini. Dia akan memimpin muslimin tetapi bukan khalifah pertama.

4. Pertikaian antar anak-anak khalifah menunjukkan bahwa masa khilafah ‘ala manhaj an-Nubuwwah telah selesai. Karena khilafah khulafaur rasyidin tidak ada rebutan antar anak khalifah dan tidak marak kedzaliman. Dan ketika disebut ‘ala manhaj an-Nubuwwah (di atas manhaj kenabian) artinya perebutan dan pertikaian antar anak-anak khalifah dan maraknya kedzaliman jelas tidak sesuai dengan manhaj kenabian.

5. Penulis al-Mausu’ah fil fitan wal malahim wa aysratis sa’ah(DR. Muhammad Ahmad al-Mubayyadh) menyimpulkan tentang lamanya al-Mahdi memerintah: Bentuk penggabungan beberapa riwayat adalah bahwa masa al-Mahdi lebih dari 9 tahun. Tetapi masa yang sangat makmur adalah 7-9 tahun.

6. Setelah fase al-Mahdi kebaikan di dunia terus menurun sebagaimana dalam riwayat Ahmad dan Tirmidzi.

Inilah fase-fase hidup masih akan kita jumpai hingga kiamat:

a. Muslimin hari ini masih terus memperjuangkan kehadiran khilafah yang dijanjikan Nabi.

b. Khilafah bisa jadi –wallahu a’lam- berusia 30 tahun seperti khilafah khulafaur rasyidin.

c. Khilafah terus berjalan hingga terjadi penurunan kualitas dan muncul banyak kedzaliman. Tidak ada penjelasan tentang lamanya fase ini.

d. Perebutan antar anak penguasa dan maraknya kedzaliman menjadi salah satu tandak kehadiran al-Mahdi.

e. Al-Mahdi memerintah lebih dari 9 tahun (dengan masa kemakmuran 7-9 tahun)

f. Fase penurunan kebaikan secara masal setelah al-Mahdi meninggal

g. Dajjal dan Nabi Isa sebagai tanda besar telah hadir di masa ini

h. Sisa tanda besar kiamat terus bermunculan dengan berdekatan.

i. Meninggalnya seluruh mukmin di muka bumi

j. Tersisa hanya orang kafir dengan kerusakan luar biasa

k. Kehancuran semesta = Kiamat

Jadi, sangat jelas bahwa 2012 yang tinggal 3 tahun lagi, mustahil kiamat. Karena masih sangat banyak fase yang harus dilalui. Puluhan, ratusan atau ribuan tahun lagi, hanya Allah yang Maha Tahu. Yang pasti bukan tiga tahun!

3. Masih ada sujud muslimin dalam film 2012

Ini adalah alasan berikutnya tentang mustahilnya kiamat akhir 2012. Di dalam film tersebut digambarkan setiap agama dan tokohnya berdoa karena begitu dahsyatnya musibah yang terjadi. Tak terkecuali Islam. Terlihat sekelompok muslimin bersujud saat musibah besar itu terjadi.

Nah, tentu ini bukan gambaran kiamat. Karena Nabi pernah bersabda, “Tidak akan terjadi kiamat sampai tidak lagi disebut: Allah, Allah.” (HR. Muslim)

Saat kiamat tiba, tidak ada satupun muslim yang masih hidup. Sudah tidak ada kata Allah disebut. Bahkan Ka’bah pun sudah diruntuhkan untuk selamanya.

Jadi, kalau masih terlihat sujud dalam film tersebut yang menggambarkan doa, maka jelas itu bukan kiamat.

Memaknai 2012, Tahun Musibah Besar

Siapa yang berkata tahun 2012 akan kiamat atau berkata mungkin kiamat, maka telah cacat imannya. Karena jelas ini menabrak ilmu tentang salah rukun iman seperti dipaparkan di atas.

Jika tahun 2012 disebut sebagai tahun yang mungkin terjadi musibah besar berdasarkan kajian dan prediksi ilmiah. Maka ini adalah kalimat paling aman. Karena Islam sangat menghargai ilmu. Kajian ilmiah diberi ruang yang sangat lapang dalam Islam.

Hanya satu saja yang harus dihati-hati. Kajian ilmiah sehebat apapun tidak pernah boleh dijadikan sebagai penentu. Hentikan ilmu itu pada batas wilayah ilmu. Karena tetap saja ilmu manusia tidak akan pernah bergesar menjadi taqdir Allah. Apalagi tidak sedikit fakta prediksi ilmiah yang tidak terjadi, termasuk musibah-musibah besar yang akan menimpa bumi.

Wallahu ta’ala a’lam


DMasivD'Masiv pertama kali dibentuk pada 3 Maret 2003. Nama d'Masiv sendiri berasal dari kata dalam bahasa Inggris "massive" sebagai semacam pengharapan agar bisa meraih hasil sebaik mungkin di kancah musik nasional.

Nama mereka mulai melambung setelah berhasil memenangkan kompetisi musik A Mild Live Wanted pada tahun 2007. D'Masiv akhirnya merilis album pertama mereka berjudul "Perubahan" pada tahun 2008 dengan lagu "Cinta Ini Membunuhku" sebagai lagu andalannya. Lagu ini sangat populer sehingga semakin melambungkan nama mereka di kancah musik nasional.

Di akhir tahun 2008, D'Masiv membuat wadah perkumpulan bagi para penggemarnya dengan nama Masiver.[1] Di tahun 2009, D'Masiv merilis mini album baru yang berisi 2 buah lagu berjudul "Mohon Ampun Aku" dan "Jangan Menyerah". Menurut Rian, vokalis d'Masiv, proses pembuatan mini album ini sangat singkat dan dirilis untuk menyongsong bulan Ramadhan yang jatuh pada pertengahan bulan Agustus 2009.[2] Mereka juga berencana meluncurkan album kedua pada bulan November 2009


Masih ingatkah pemberitaan pada tahun lalu yaitu tahun 2008, bahwa ada berita yang menyatakan bahwa tahun 2012 akan terjadi sesuatu yang mengerikan yang disebut KIAMAT?. Memang pemberitaan tersebut boleh dikatakan pemberitaah yang hangat dan membuat kita bergidik. Kenapa? Alasannya adalah karena pada waktu ini usia kita masih muda, trus kita mempunyai anak-anak yang masih kecil, kita tidak bisa melihat mereka dewasa tatkala kiamat tiba...ohhh alangkah sedihnya dan mengerikan.
Ternyata pemberitaan tahun lalu tersebut merupakan perkiraan dan analisa orang barat dan timur saja. Apalagi perkiraan tersebut sudah dibuatkan sebuah film oleh Hollywood dan sebuah Universitas Cornell Ann Martin. Pada kedua film tersebut diperlihatkan bahwa adanya gempa bumi, hujan meteor, datangnya tsunami yang menghempaskan sebuah kapal besar ke gedung putih dan semua orang pada ketakutan!!. Seremmm benar..semua teori dan gagasan ini datangnya dari gagsan barat bukan suku Maya. Namun sebahagian besar ahli arkeologi, astronomi dan suku India Maya mengatakan satu-satunya yang mungkin akan menghantam bumi adalah hujan filsafat New Age; ramalan ini dikatakan agak lain karena mempunyai beberapa dasar arkeologis.
Salah satu contoh dari arkeologi suku India Maya adalah Monumen Enam. Monumen ini ada di negara Meksiko Selatan. Lapisan batu di monumen ini nyaris musnah, namun uniknya ada bagian batu yang tersisa yang mengandung padanan angka 2012 dan pesan yang ditangkap pada lembar batu tersebut adalah akan terjadinya sesuatu pada tahun 2012 yang melibatkan salah satu dewa yaitu dewa Bolon Yokte. Dewa ini dihubungkan dengan perang dan penciptaan yang artinya Dia akan turun dari langit!. Peradaban Maya mencapai kejayaan dari periode tahun 300 Masehi sampai 900 Masehi, dan kalender hitungan panjang milik Maya ini dimulai tahun 3114 sebelum Masehi; kalender ini menandai siklus 394 tahunan sebagai Baktun. Angka tiga belas adalah angka penting dan sakral bagi Indian Maya. Suku ini mempercayai bahwa Baktun ke-13 berakhir sekitar 21 Desember 2012. Orang Maya tidak pernah mengatakan bahwa dunia akan berakhir, tidak pernah mengatakan sesuatu yang buruk akan terjadi. Mereka hanya mencatat peringatan masa depan di Monumen Enam. Menurut seorang ahli dari arkeologi dan astronomi mengatakan bahwa kiamat merupakan “sebuah konsep yang sangat Barat, Kristen” yang diproyeksikan kepada orang Maya.
Namun, sebahagian suku Maya mengatakan bahwa mengetahui sebuah rahasia yaitu poros bumi akan bergoyang dan mengubah posisi bintang-bintang setiap tahun. Sekali dalam setiap 25.800 tahun matahari akan mensejajarkan diri dengan pusat Bima Sakti, itu akan terjadi pada tanggal 21 Desember 2012. Teori lain mengatakan bahwa penjajaran itu menimbulkan gangguan magnetik dan pergeseran kutub dan tanda – tanda itu akan terjadi pada tahun 2012.
Seorang tetua dalam suku Maya mengatakan bahwa Kiamat pada tanggal 21 Desember 2012 tersebut “tidak benar”, ungkap Apolinario Chile Pixtun yang berasal dari Guatemala yang waktu itu sedang melakukan ritual di altar Iximche Tecpan, Guatemala. Sekian


Tim arkeologi Peru yang dipimpin oleh Alfredo Narvaez terakhir ini telah menemukan sekitar 40 mummi yang diperkirakan berusia 1200-1500 tahun. Mummi-mummi tersebut terkubur pada satu lokasi yang berdiameter 24 inchi didalam struktur El Tintero. El Tintero berisi enam bangunan yang melingkar, yang diduga menjadi rumah penduduk pada zaman itu. Mummi laki-laki dan perempuan dari segala umur itu berada ada di kedua sisi dalam dan luar bangunan. kemungkinanya karena tidak ada waktu untuk menguburkan mereka semua.
Dugaan lain mummi-mummi itu merupakan korban dari suatu wabah penyakit atau akibat dari serangan yang berakhir dengan pembantaian massal.

Selain mummi terdapat pula benda-benda lainnya pada lokasi tersebut. Diantaranya kalung panjang disekitar leher, benang emas, alat tenun, dan peralatan pembuat perhiasan dari logam. Selain itu juga ditemukan dua gada besar dan 23 tombak.
Temuan selengkap itu belum pernah diketahui ada pada makam Moche, para ahli menduga kombinasi perhiasan dan senjata perang tersebut menggambarkan kedudukan mummi pada masanya. Menurut Hohn Verano, seorang anthropolog dari Universitas Tulane New Orleans, Louisiana – AS yang ikut terlibat dalam penelitian mengungkapkan bahwa senjata gada adalah jelas-jelas sebagai simbol kekuatan dan bukan sekedar alat untuk menyerang.

Dari makam Moche yang ditemukan sebelumnya tak ada satupun yang memiliki ciri tersebut. Mummi yang berada pada situs pemakaman kuno El Brujo ditemukan pertama kali oleh tim peneliti yang dipimpin oleh Regulo Franco pada akhir tahun lalu.

Makam tersebut berada di puncak sebuah piramida Huaca Cao Viejo yang telah rusak. Puing-puing piramida itu berada di dekat kota Trujilo dan telah diketahui keberadaannya sejak jaman kolonial.


Selama lebih dari dua dekade terakhir pencarian kapal Nabi Nuh telah memperoleh perhatian internasional. Lusinan ekspedisi ke daerah Ararat di sebelah timur Turki, kebanyakan dilakukan oleh kelompok Kristen Amerika, telah menuntun kepada banyak klaim - tetapi tidak ada bukti.

Kapal Nabi Nuh Menurut Kitab Suci, kapal Nabi Nuh merupakan suatu perahu besar yang dibuat dari kayu gofir dan ditutup dengan pakal. Ukuran keseluruhannya adalah panjang 450 kaki, lebar 75 kaki dan tinggi 45 kaki dengan tiga geladak di dalam. Sebuah “jendela” dibuat di bagian atas (Kejadian 6:14-16). Sepintas, ukuran keseluruhan kapal ini menjadikannya kendaraan laut terbesar yang ada sebelum abad ke-20, dan proporsinya secara menakjubkan mirip dengan kapal laut besar yang ada sekarang.

Kitab Suci mengatakan bahwa kapal Nabi Nuh kandas di “pegunungan Ararat” (Kejadian 8:4). “Ararat” mungkin menerangkan suatu daerah (kerajaan kuno Urartu) dan bukan puncak gunung secara khusus. Setelah Nabi Nuh dan keluarganya meninggalkan kapal di atas gunung, kapal tersebut tidak pernah disebut-sebut lagi dalam Kitab Suci. Kemudian penulis-penulis Kitab Suci tidak pernah menyatakan bahwa mereka tahu bahwa kapal tersebut masih dapat dilihat.

Pegunungan Ararat
Pegunungan Ararat di Turki tempat kapal Nabi Nuh dilaporkan terlihat.

Pegunungan yang disebut Ararat sekarang lebih nampak seperti daerah pegunungan dengan dua puncak. Yang menarik, ada banyak laporan sepanjang sejarah mengenai perahu besar di pegunungan di daerah ini. Keterangan yang paling awal (bermula pada abad ke-3 S.M.) menyatakan bahwa sudah diketahui secara umum bahwa kapal Nabi Nuh itu masih dapat dilihat di pegunungan Ararat.

Laporan-laporan selama lebih dari seabad terakhir ini berkisar dari kunjungan ke kapal tersebut, sampai penemuan kayu, sampai foto pemandangannya. Secara umum dipercaya bahwa sekurang-kurangnya sebagian besar dari kapal itu masih utuh, tidak di atas puncak yang tertinggi, tetapi di suatu tempat di atas 10.000 kaki. Terperangkap dalam salju dan es hampir sepanjang satu tahun, hanya pada musim panas yang hangat saja struktur kapal tersebut dapat dilihat atau didekati. Beberapa orang mengatakan telah memanjat atapnya, yang lainnya mengatakan mereka telah berjalan-jalan di dalamnya.

Pada tahun 1980-an, “ark-eology” mendapat kehormatan dengan berpartisipasinya mantan astronot NASA James Irwin dalam ekspedisi ke pegunungan. Sebagai tambahan, investigasi kapal Nabi Nuh diuntungkan dengan pecahnya Uni Soviet, karena pegunungan tersebut tepat berada di perbatasan Turki-Soviet. Ekspedisi ke atas pegunungan selalu dianggap sebagai ancaman keamanan oleh pemerintah Soviet.

Sayangnya, kunjungan-kunjungan ke situs yang diusulkan tidak menghasilkan bukti lebih lanjut, tempat beradanya foto-foto tidak diketahui lagi, dan peninjauan yang berbeda tidak menuju ke lokasi yang sama di pegunungan. Lebih dari itu, astronot James Irwin telah meninggal, seorang saksi mata inti telah menarik diri dari hadapan publik, dan sudah ada beberapa ekspedisi baru ke pegunungan di tahun 1990-an.

Tetapi usaha-usaha masih tetap berjalan. Sementara Asosiasi untuk Penelitian Kitab Suci (Associates for Biblical Research) tidak terlibat dalam usaha-usaha ini, kami melanjutkan penelitian tentang laporan-laporan kuno, pengakuan lebih lanjut dari saksi mata dan memperbaharui usaha untuk menentukan tempat berlabuhnya kapal Nabi Nuh. Masih banyak ekspedisi yang menunggu. Jika kapal tersebut memang ada di atas sana, kita akan mendengar beritanya.


Menjelang gelaran Piala Dunia 2010, salah satu perhelatan krida terbesar dunia, ada baiknya Anda mengetahui di tempat seperti apakah 32 tim terhebat lima benua akan bertanding. Menyambut 32 negara yang lolos dari rangkaian kompetisi melelahkan namun bergengsi di babak prakualifikasi lalu, Afrika Selatan mempersembahkan sepuluh stadion terbaiknya. Kesepuluhnya tak saja diunjukkan bagi sekitar 700 pemain pilihan dunia, tetapi untuk dikagumi sekaligus menyamankan para penggemar fanatik ke-32 tim lintas geografi itu.

Soccer City Stadium

Data Stadion
Nama Soccer City Stadium
Kota Johannesburg
Dibangun 1987
Konstruksi Renovasi besar
Selesai renovasi 2009
Kapasitas 94.700

Sebagai salah satu stadion terartistik dan menakjubkan di Afrika, Soccer City Stadion, akan menjadi tempat digelarnya pertandingan pertama Piala Dunia 2010 antara Afrika Selatan melawan Meksiko, sekaligus untuk laga pamungkas di partai Final Piala Dunia pertama di Benua Hitam itu.Rancangan dasar bangunan megah itu terinspirasi dari bentuk jambangan khas Afrika yang dikenal dengan nama “Calabash’ dan keindahannya akan semakin terpancar ketika diterangi di malam hari.Soccer City berlokasi di Barat Daya Jonannersburg, dekat Sowetol, kota tempat 40 persen warga Johannersburg menetap. Karenanya, stadion ini akan menjadi pusat kegiatan selama putaran final piala dunia 2010.

Soccer City dianggap sebagai jantung persepakbolaan Afrika Selatan karena sebagian besar pertandingan penting sepanjang sejarah Afrika Selatan dimainkan di sini. Di stadion ini pula, Nelson Mandela disambut oleh rakyat Afrika Selatan setelah dibebaskan dari penjara pada 1990. Soccer City adalah stadion internasional pertama yang dibangun di Afrika Selatan yang awalnya dinamai FNB Stadion dengan kapasitas 80.000 orang.

Ditilik dari namanya, stadion ini memang sangat ‘sepakbola’. Stadion yang dimiliki oleh Federasi Sepakbola Afrika Selatan (SAFA) ini merupakan stadion terbesar dengan daya tampung sebanyak 94.700 penonton. Dengan kapasitas yang super besar tersebut, Soccer City dijadwalkan akan memainkan beberapa partai termasuk partai pembukaan dan partai final Piala Dunia 2010.

Konstruksi tanah Stadion Soccer City menyerupai calabash, pot asli dari Afrika. Keunikannya akan sangat jelas terlihat saat malam hari di mana stadion akan menyala seperti kelap-kelip bintang. Stadion berada di barat daya kota Johannesburg yang tidak terlalu jauh dari kota penggila sepakbola, Soweto. Stadion Soccer City diartikulasikan dengan 10 garis hitam vertikal yang terdiri atas sembilan garis geografis sejajar dengan sembilan stadion host Piala Dunia 2010 yang lain. Sementara garis yang ke-10 ditujukan kepada Stadion Olimpiade di Berlin, Jerman, yang juga menggelar final Piala Dunia 2006 yang lalu. Hal tersebut menggambarkan jalan ke final dan diharapkan bahwa setelah Piala Dunia usai, setiap gol yang tercetak di stadion itu nantinya akan dicetak di sebuah beton khusus di atas podium, sehingga seluruh cerita gol di turnamen dapat dilihat pada tahun-tahun selanjutnya.

Stadion ini juga dijuluki sebagai jantung sepakbola di Afrika Selatan karena telah menggelar berbagai pertandingan penting yang bersejarah. Soccer City menggelar perayaan rakyat Afrika Selatan atas pembebasan Nelson Mandela pada 1990. Kemudian, ribuan rakyat mendatangi stadion ini untuk mengenang Chris Hani yang dibunuh pada 1993. Dan memainkan partai final Piala Afrika CAF pada 1996 di mana Afrika Selatan berhasil memenangkan pertandingan dengan skor 2-0 atas Tunisia

Durban Stadium atau Moses Mabhida Stadium

Kota : Durban
Selesai Dibangun : 2009


Kapasitas penonton : 70.000 Stadion yang baru dibangun ini akan menjadi penyelenggara salah satu partai semifinal Piala Dunia 2010. Bangunan raksasa itu mencirikan seni arsitektural terbaru dan menggambarkan bendera negara di ujung selatan benua Afrika. Terletak di pusat Kings Park Sporting Precinct, stadion ini mempunyai dua garis lengkung di atapnya yang kemudian menyatu pada lengkungan utama, melambangkan persatuan di negara yang pernah terbelah oleh sentimen rasial itu. Berkapasitas 70.000 tempat duduk, stadion ini mempunyai beragam fungsi dan dilengkapi kereta gantung pada lengkungan utama stadion berpanjang 350 meter dan bertinggi 106 meter di atas permukaan lapangan itun. Dari kereta gantung itu akan terlihat panorama pantai dan kota.

Selain itu kawasan sekitar stadion itu akan digunakan sebagai fasilitas penunjang seperti restoran, pertokoan, arena bermain anak, dan jalur jalan kaki yang terhubung dengan pantai. Moses Mabhida, yang namanya digunakan sebagai nama Stadion ini, adalah pejuang penentang politik apartheid dan seorang politisi terkemuka Kongres Nasional Afrika, sebuah gerakan revolusioner yang memenangkan pemilihan umum 1994.

Satu lagi stadion multifungsi baru yang dibangun untuk ajang Piala Dunia 2010 yakni Stadion Moses Mabhida atau bisa disebut Stadion Durban. Stadion dijadwalkan akan jadi tuan rumah pada lima pertandingan salah satunya adalah partai semi final. Soal kapasitas, stadion ini dapat disesuaikan kebutuhan. Untuk event Piala Dunia, stadion akan diisi 70.000 kursi penonton. Sedangkan untuk event sekelas olimpiade, tidak mustahil jumlah kursi akan ditambah menjadi 80.000 kursi.

Model stadion ini pun bisa dikatakan sangat nasionalis karena mengambil inspirasi dari bendera Afrika Selatan. Dengan lengkungan besar yang ada, hal ini merepresentasikan kecintaan bangsa ini akan olahraga. Sekilas bentuk Stadion Durban mirip dengan Stadion Wembley yang ada di Inggris karena dilengkapi dengan lengkungan raksasa sepanjang 350 meter. Ditambah dengan sebuah mobil kabel yang siap mengantarkan pengunjung dari sisi utara stadion ke titik tertinggi dari lengkungan tersebut sehingga pengunjung dapat melihat indahnya pemandangan kota dan lautan.Letak stadion berada di sebelah Stadion ABSA di Kings Park Sporting Precinct dan sirkuit jalan Durban yang sering digunakan untuk balapan A1GP. Sarana lain yang dapat dijumpai di luar stadion meliputi ruangan indoor, musim sepakbola, lembaga olahraga dan sebuah stasiun transportasi transmodal.Pembangunan Stadion Durban ini sempat menuai kritik pedas dari beberapa kalangan yang menilai Durban tidak membutuhkan stadion baru. Soalnya belum tahu mau diapakan stadion ini setelah perhelatan Piala Dunia 2010.

Green Point Stadium

Gb
Kota : Cape Town
Selesai Dibangun : 2009
Kapasitas penonton : 70.000

Dibangun di kota pelabuhan utama, Cape Town, stadion ini adalah salah satu situs paling dikagumi di kota itu dan akan menjadi tempat pegelaran salah satu partai semifinal Piala Dunia 2010.Stadion serbaguna itu hanya berjarak sepelemparan batu dari pantai, dengan pegunungan Cape Town sebagai latar belakang. Selain itu, lokasinya strategis karena berdekatan dengan pusat transportasi. Stadion itu juga dilengkapi dengan lapisan peredam suara. Tak hanya Eropa yang memiliki stadion mewah dengan fasilitas sempurna. Afrika Selatan yang didaulat sebagai tuan rumah Piala Dunia 2010 pun memiliki beberapa stadion megah bernama Green Point.

Stadion yang dijadwalkan akan selesai dibangun pada bulan Desember tahun ini merupakan salah satu yang paling artistik di Afrika Selatan. Stadion yang sebelumnya digunakan sebagai lapangan golf ini terletak di lokasi yang cukup strategis. Green Point terletak di antara Bukit Signal dan Samudra Atlantis yang ada di dekat pusat kota Cape Town dan daerah pelabuhan Victoria & Alfred. Lokasi ini juga sangat ideal untuk menuju pusat transportasi di kota tersebut.

Sekitar 70.000 penonton akan dapat tertampung di dalam Green Point. Jumlah yang tidak kalah besar dengan stadion-stadion top Eropa macam San Siro, Nou Camp ataupun Old Trafford. Dengan kapasitas penonton yang besar, stadion ini tetap mengutamakan kenyamanan para pengunjungnya. Hal itu dibuktikan dengan dibuatnya atap khusus stadion yang dapat mengurasi kebisingan suara pesawat yang melintas sehingga perhatian penonton tetap di lapangan. Pada Piala Dunia 2010 stadion Green Point direncanakan akan menggelar lima pertandingan babak penyisihan grup, satu pertandingan babak kedua, satu pertandingan perempatfinal dan satu pertandingan semifinal.Setelah Piala Dunia selesai, Green Point tidak lantas menganggur. Sebab, beberapa klub sepakbola profesional di Cape Town seperti Ajax Cape Town dan Santos kemungkinan besar akan memakainya. Selain itu, stadion multiguna ini juga akan dipakai untu mementaskan acara-acara besar dan konser-konser.

Ellis Park Stadium

Gb
Kota : Johannesburg
Waktu Dibangun : 1982
Selesai Direnovasi : 2009
Kapasitas penonton : 61.000

Terletak di tengah kota Johannesburg dan berpengalaman menyelenggarakan Final Piala Konfederasi 2009 antara Brazil dan Amerika Serikat, stadion ini awalnya dibangun untuk menyelenggarakan pertandingan rugbi. Bernamakan anggota dewan JD Ellis, stadion yang dibangun pada 1982 itu, menempati tempat khusus di hati rakyat Afrika Selatan. Di tempat itulah pada 1995 tim rugbi Afrika Selatan memenangkan Piala Dunia Rugby setelah mengalahkan Selandia Baru. Pada saat itu, Nelso Mandela mengangkat piala dan mempersatukan rakyat dalam perayaan kemenangan itu. Stadion ini dilengkapi dengan fasilitas untuk penonton cacat, teknologi audio visual berteknologi tinggi, dan tempat bagi khusus bagi penonton VIP. Ellis Park adalah kandang dari klub lokal Orlando Pirates.

Dibangun pertama kali pada tahun 1928 sebagai sebuah stadion rugby, Ellis Park merupakan salah satu stadion kebanggaan dan yang paling moderen yang dimiliki Afrika Selatan. Stadion ini dihancurkan dan kembali dibangun pada 1982 dan lagi-lagi sebagai stadion eksklusif untuk menggelar pertandingan rugby.

Nama Ellis Park dipakai untuk menghormati JD Ellis, seorang anggota dewan kota Johannesburg yang menyetujui pembangunan lahan untuk stadion yang sekarang dipakai untuk menggelar pertandingan rugby dan sepakbola itu. Berlokasi di jantung kota tambang emas Johanesburg, Ellis Park telah menorehkan sejarah dengan menggelar sejumlah pertandingan hebat termasuk final Piala Konfederasi 2009 antara Brasil versus Amerika Serikat. Di stadion ini pula Afrika Selatan berhasil menyabet tropi Piala Dunia Rugby pada tahun 1995 setelah diizinkan kembali ke panggung olahraga dunia. Walau demikian, ada pula cerita memilukan yang terukir pada buku sejarah stadion yang kini lebih populer disebut Coca-cola Park ini. Delapan tahun silam, terjadi sebuah kerusuhan sepakbola antara tuan rumah Orlando Pirates melawan Kaizer Chief yang merenggut 42 nyawa. Tragedi Ellis Park ini menjadi tragedi sepakbola terbesar dalam sejarah negeri itu.

Lupakan kenangan pahit itu. Stadion Ellis Park kini telah siap menyambut hajatan sepakbola terbesar sejagad pada 2010 nanti. Keseriusan tersebut telah ditunjukkan dengan penambahan 5.000 seat yang dilakukan sebelum Piala Konferedasi berlangsung sehingga stadion kini berkapasitas sebanyak 62.000 penonton.Serangkaian fasilitas yang dimiliki stadion ini dijamin tidak akan membuat penonton kecewa. Di antaranya fasilitas untuk pers yang moderen, tim pusaran air, areal khusus untuk tamu-tamu kehormatan kelas satu, aksesibilitas untuk para penyandang cacat, lapangan baru dan peralatan audi-visual canggih yang terus memberikan informasi kepada fans selama pertandingan.

Loftus Versfeld Stadium
Gb

Kota : Tshwane/Pretoria
Dibangun : 1906
Selesai Direnovasi : 2008
Kapasitas penonton : 50.000

Sebagai salah satu stadion tertua di Afrika Selatan, berbagai perhelatan telah diselenggarakan di sini sejak 1903, sementara struktur beton pertama yang bisa menampung 2000 orang dibangun oleh dewan kota pada 1923.Stadion itu terus dibenahi sejak tahun 1948 dan digunakan untuk pertandingan rugbi dan sepakbola, bahkan pada 1995 menjadi tempat perhelatan Piala Dunia Rugbi dan Piala Afrika 1996. Loftus Versfeld Stadium adalah tempat tim nasional Afrika Selatan untuk pertamakalinya mengalahkan negara Eropa, Swedia, pada 1999.

Kurang lebih 100 tahun yang lalu, stadion Loftus Versfeld dibangun di Tshwane atau Pretoria. Stadion all seater ini adalah stadion olahraga tertua yang dimiliki Afrika Selatan. Selama kurun waktu yang lebih dari satu abad, Loftus Versfeld sudah banyak mengalami renovasi. Diantaranya kini kursi penonton telah diperbanyak menjadi 50.000, sementara pada awal pendiriannya hanya tersedia 2.000 kursi. Pada tahun 1999, Stadion Loftus Versfeld menjadi saksi dari sebuah sejarah tim sepakbola Afrika Selatan. Kala itu, untuk pertama kalinya tim berjuluk ‘Bafana Bafana’ berhasil mengalahkan tim dari Eropa, Swedia, dengan skor 1-0.

Stadion yang didirikan oleh tokoh olahraga setempat, Roberts Owen Loftus Versfeld tersebut akan menghelat sejumlah pertandingan dari babak pertama dan kedua Piala Dunia 2010. Sekedar informasi, sejumlah artis papan atas dunia seperti UB40 dan Robbie williams pada 17 April 2006 yang berhasil menyedot lebih dari 56.000 penonton. Yang lebih dahsyat lagi, konser Celine Dion pada 16-17 Februari 2008 mendapat perhatian sebanyak 80.000 penonton.

Nelson Mandela Bay Stadium atau Port Elizabeth Stadium

Kota : Nelson Mandela Bay atau Port Elizabeth
Selesai Dibangun : 2009
Kapasitas penonton : 48.000

Stadion Nelson Mandela Bay dibangun di tepi Danau North End dan akan menjadi tuan rumah bagi laga merebut tempat ketiga, perempatfinal, dan enam laga lainnya selama Piala Dunia 2010. Stadion ini mempunyai struktur atap yang unik dan berlatar belakang pemandangn yang indah karena dekat dengan Danau North End.Sebelumnya, semua pertandinga sepakbola di kota ini dimainkan di stadion rugbi Eastern Province, Afrika Selatan.

Disain yang ‘eye-catching’ dengan struktur atap unik dan pemandangan spektakuler yakni menghadap Danau North End membuat Stadion Nelson Mandela Bay ini sebagai salah satu dari tidak banyak stadion di dunia ini yang dibangun dengan menghadap danau. Sebelum stadion ini selesai dibangun, semua pertandingan sepakbola internasional dimainkan di Stadium EPRU yang ada di timur provinsi. Permukaan lapangan stadion berupa rumput alami yang mana pada pinggir lapangan akan dibuat rumput buatan, sehingga dapat digunakan untuk sepakbola maupun rugby. Sementara dalam hal kapasitas, stadion akan diisi sebanyak 45.000 kursi dengan 4.000 kursi tambahan cadangan selama berlangsungnya Piala Dunia 2010.

Mahalnya biaya konstruksi yang mencapai 1,1 miliar rand atau sekitar US$ 150 juta membuat stadion ini dituntut untuk memberikan sarana dan prasana yang sepadan harganya. Seperti pemasangan dua layar raksasa besar dipastikan akan menghiasi stadion untuk penayangan pertandingan secara langsung ditambah dengan dua ruangan konferen yang dapat menampung 200 orang. Jalan khusus untuk kursi roda, 74 toilet dan 32 pintu gerbang. Dalam urusan transportasi juga tidak perlu dirisaukan oleh pengunjung. Stadion yang terletak di sepanjang kota-kota jaringan BRT baru dan kini sebuah jalur khusus untuk bus sedang dibangun. Nantinya, bus-bus BRT akan mengangkut pengunjung dari dan ke stadion saat berlangsungnya pertandingan.

Pembangunan stadion Nelson Mandela Bay ini sempat diragukan dalam ketepatan waktunya. Bahkan pada Juli 2008, stadion sempat dicoret dari daftar stadion yang menggelar Piala Konfederasi 2009. Namun, justru stadion ini menjadi stadion Piala Dunia 2010 pertama yang selesai pembangunannya

Free State Stadium

Gb
Kota : Mangaung/ Bloemfontein
Mulai Dibangun : 1952
Selesai Direnovasi : 2008
Kapasitas penonton : 48.000

Kandang dari beberapa klub sepakbola lokal ini akan menjadi pusat perhatian Piala Dunia nanti. Di sinilah tim Spanyol, unggulan pertama Piala Kondfederasi 2009 secara mengejutkan tumbang dari tim nasional AS di pertandingan semifinal. Penduduk Bloemfontein terkenal dengan semangat olahraganya, sedangkan pusat olahraga di kota mereka ini telah menjadi ajang dari beberapa kompetisi olahraga nasional, terutama rugbi dan sepakbola.Stadion Free State berada di kota Bloemfontein dan saat ini digunakan oleh klub sepakbola Bloemfontein Celtic yang bermain di Liga Utama Afrika Selatan. Dua klub rugb, Free State Cheetahs dan Central Cheetachs, juga memakai stadion yang juga dikenal dengan nama Vodacom Park itu.

Stadion ini menggelar partai yang cukup mengejutkan banyak orang di Piala Konfederasi 2009, yakni partai semifinal antara Spanyol melawan Amerika Serikat (AS) di mana AS berhasil mempecundangi juara Eropa 2008 itu dan menjadi runner up turnamen. Bloemfontein merupakan kota yang penduduknya terkenal dengan semangat olahraga yang tinggi. Bloemfointein menerima suntikan dana sebesar 221 juta rand (Rp 277 miliar) yang ditambah dengan 24 juta rand (Rp 30 miliar) dari pemerintah kota setempat untuk meng-upgrade stadion ini. Proses upgradeberjalan mulai bulan Juli 2007.

Hasilnya, tingkat kedua dari sisi barat telah ditambahkan pada sisi baratnya sehingga kapasitas bertambah dari 36.538 kursi menjadi 45.000 seat. Pintu putar baru, lampu sorot, papan skor elektronik telah dipasang serta sound system disesuaikan dengan standar yang diperlukan, pemasangan CCTV dan pembaruan fasilitas media.Stadion Free State mungkin akan menjadi pusat perhatian selama perhelatan Piala Dunia 2010. Pasalnya, stadion ini terkenal dengan kelompok suporter fanatik Bloemfointein Celtic yang dinamakan Siwelele.

Mbombela Stadium


Kota : Nelspruit
Selesai Dibangun : 2009
Kapasitas penonton : 46.000

Stadion ini termasuk yang baru dibangun menyambut Piala Dunia 2010. Namanya diambil dari nama kota bagian Nelspruit dan Mbolela berasal dari bahasa siSwati (salah satu bahasa resmi Afrika Selatan) yang secara harafiah berarti “banyak orang
berkumpul dalam tempat kecil. Terletak di Provinsi Mpumalanga, stadion ini berjarak sekitar delapan kilometer dari pusat kota dan 12 kilometer dari Bandara Kruger-Mpumalanga.

Pembangunan Stadion Mbombela akan memberikan warna baru bagi kehidupan sepakbola masyarakat Nelsprui. Sebab, sebelumnya Nelspruit tidak memiliki venue sepakbola untuk menggelar pertandingan berskala internasional.

Mbombela adalah stadion baru yang khusus dibangun demi menyelenggarakan Piala Dunia 2010. Stadion Mbombela terletak sekitar tujuh kilometer dari Nelspruit, Mpumalangan dan 12 kilometer dari bandara terdekat, Kruger-Mpumalanga. “Mbombela” yang berarti banyak orang bersama di sebuah ruang kecil ini juga berdekatan dengan taman bermain dimana pengunjung dapat menyaksikan kehidupan satwa liar ketika sedang liburan. Stadion dengan kapasitas 46.000 penonton ini memiliki disain interior yang cukup unik, di mana desain tempat duduk dirancang menyerupai mangkuk yang bertujuan agar penonton sedekat mungkin dekat lapangan namun tetap mempertahankan pandangan yang baik di atas kepala penonton. Luas atapnya akan melindungi 95% tempat duduk. Atap juga akan mengapung bebas pada bagian atas tempat duduk dengan celah sepanjang 6 meter untuk mengurangi efek dari suhu yang panas serta memberikan pemandangan berupa jajaran bukit dari tempat duduk. Stadion juga akan diberikan penopang dari baja sepanjang 30 meter sebagai simbol leher jerapah.

Mulai akhir 2009 hingga bulan Juni 2010 menjelang kickoff Piala Dunia mendatang, fasilitas olahraga senilai R1.050 juta siap dipasang dan digunakan di stadion Mbombela. Tak lupa fasilitas konferensi siap melengkapi stadion ini. Tak heran apabila stadion ini nantinya akan menjadi salah satu aset olahraga dan hiburan yang paling pentin yang dimiliki oleh Provinsi Mpumalanga.

Peter Mokaba Stadium


Kota : Polokwane
Selesai Dibangun : 2010
Kapasitas penonton : 46.000

Dinamakan sesuai dengan seorang pejuang antiapartheid, stadion Peter Mokaba mengenang semangat dan inspirasi sang pejuang yang juga berasal dari kota Polokwane. Rancangan stadion ini diinspirasi oleh simbol lokal, pohon Baobab, yang struktur tiang-tiang bajanya menopang atap di setiap pojoknya.Stadion yang berjarak lima kilometer dari pusat kota itu dibangun dekat stadion Peter Mokaba lama di Provinsi Limpopo. Di stadion ini, Didier Drogba yang sekarang membela Chelsea, melakukan debut internasional pertamanya untuk Pantai Gading pada kualifikasi Piala Afrika melawan Afrika Selatan.

Stadion Peter Mokaba terletak di Polokwane dan hanya berjarak sekitar 5 kilometer dari pusat kota. Stadion yang berkapasitas 45.000 penonton itu berada tepat di samping Stadion Peter Mokaba lama.Rancangan konstruksi beton terinspriasi dari sebuah pohon yang menjadi ikon kota tersebut, PohonBaobab dengan struktur baja yang menumpu atap stadion. Pada tiap sudut stadion ditumpu oleh struktur yang menyerupai batang pohon raksasa yang mengakomodasi sirkulasi vertikal jalan stadion yang landai.Nama Peter Mokaba diambil untuk mengenang perjuangan salah satu tokoh penting dalam sejarah Afrika Selatan itu. Mokaba terkenal karena semangat juang dalam menentang rezim apartheid dan kepemimpinannya yang telah menginspirasi banyak orang.

Royal Bafokeng Stadium

Gb
Kota : Rustenburg
Mulai Dibangun : 1999
Selesai Direnovasi : 2010
kapasitas penonton : 42.000

Stadion ini dinamai sesuai dengan nama suku Bafokeng yang menetap di wilayah itu. Walaupun Rustenberg tidak mempunyai klub lokal, tetapi stadion ini telah menjadi tuan rumah bagi liga sepakbola lokal (Premier Soccer League) dan ketika Afrika Selatan mengalahkan Burkina Faso 2-1 pada pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2001. Stadion ini terletak 25 kilometer dari pusat kota Rustenberg.

Stadion Royal Bafokeng memiliki daya tampung sebanyak 42.000 kursi penonton. Bafokeng dipilih sebagai nama stadion karena masyarakat yang tinggal di sekitar area stadion tersebut. Tidak hanya berfungsi sebagai stadion sepakbola, Royal Bafokeng juga dapat digunakan sebagai stadion atletik dan rugby. Sebagai persiapan untuk menggelar pertandingan di Piala Dunia 2010, stadion ini telah mengalami sejumlah perbaikan. Di antara diberikannya sebuah penyangga atap yang baru senilai US$ 45 juta. Ditambah dengan beberapa pemasangan papan skor elektronik, kursi penonton yang baru serta pembaruan lampu sorot dan sistem alamat publik.

Royal Bafokeng hanya berjarak sekitar 25 menit mengemudi ke Sun City dan setengah jam ke Pilansberg atau kira-kira 12 kilometer dari pusat kota Rustenburg. Meski menjadi salah satu stadion berstandar dunia, Royal Bafokeng malah tidak memiliki tim dari kotanya sendiri, Rustenburg. Sejauh ini stadion pernah menggelar laga internasional antara Afsel melawan Burkina Faso ditahun 2001 pada kualifikasi Piala Dunia.

Followers

PageRank

Sample Widget