Liputan6.com, Semarang: Melati, seorang balita dari keluarga miskin, penderita penyakit kelainan hati atau atresia bilier asal Medan, Sumatra Utara, terlantar di Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (6/4). Rencananya Meirika, orangtua Melati, akan membawa anaknya itu ke Rumah sakit Umum Daerah (RSUD) Karyadi Semarang, namun karena tidak memiliki biaya, Melati terpaksa diinapkan di rumah kontrakan temannya di Jalan Wonodri Sendang, Semarang.
Meirika mengaku sengaja datang ke Semarang dengan modal nekad, dan hanya membawa uang sebesar delapan juta rupiah, itupun pemberian para donatur di Kota Medan. Tadinya, dana itu diharapkan bisa digunakan untuk mengobati putrinya di RSUD Karyadi Semarang, namun ternyata tidak cukup. Sedangkan Kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas), belum juga diberikan oleh Dinas Kesehatan Kota Medan, padahal untuk berobat di Semarang, ia sangat memerlukannya.
Kini, Meirika hanya bisa menanti uluran tangan dari pemerintah dan para donatur, untuk bersedia membantu biaya pengobatan anaknya. Melati telah menderita penyakit kelainan hati atau atresia bilier sejak umur dua bulan. Saat ini, memasuki usia empat tahu, penyakitnya semakin parah, dan kritis.(ARL/ARI)
Posted in : kesehatan | 0 Comments
Liputan6.com, Washinton: Tumor payudara yang menewaskan seorang perempuan Amerika dengan apa yang disebut kanker triple negative memiliki 50 mutasi terpisah, termasuk 20 yang membantunya menyebar.
Teknik baru untuk merangkai seluruh peta genetika sel membantu tim memperkirakan perubahan yang diperlukan bagi kanker untuk menyebar dan membunuh, sebagaimana dikutip dari Reuters. Temuan tersebut mungkin mengarah kepada percobaan baru dan perawatan baru bagi kanker, mereka melaporkan di jurnal Nature.
Rick Wilson dari Washington University di St. Louis dan rekannya telah menjadi pelopor upaya untuk pertama kali merangkai seluruh genome manusia dan sekarang bermacam jenis sel yang ketularan penyakit. Mereka meneliti DNA pada empat sampel dari perempuan yang berusia 44 tahun dan meninggal ketika kanker triple negative-nya menyebar ke otaknya.
Kanker jenis itu secara tidak seimbang mempengaruhi perempuan lebih muda yang berkulit hitam. "Kami, saat bergerak maju, akan membandingkan genome dari banyak pasien dengan jenis kanker yang sama untuk menemukan perubahan genetika umum. Pemahaman kanker secara menyeluruh ini dapat membantu dalam pengembangan pendekatan baru dalam perawatan dan diagnosis kanker," kata Rick Wilson.
Sampel tersebut memperlihatkan kanker sama rumitnya sebagaimana telah diramalkan oleh banyak ahli dan memperlihatkan bahwa perancangan obat untuk mengincar satu atau dua mutasi tampaknya tak bermanfaat. Pasien itu, perempuan pertama Amerika-Afrika yang seluruh gennya telah diperiksa, telah menjalani kemoterapi dan radiasi, tapi tumor tersebut tetap menyebar dan ia meninggal dalam waktu satu tahun setelah didiagnosis.
Mereka menemukan 20 mutasi yang tidak umum pada tumor awal dan dini tapi sangat umum pada tumor yang muncul di luar payudara. "Ini menunjukkan bahwa subset kecil sel dengan mutasi yang mematikan membebaskan diri dari tumor primer, beredar di tubuh, menetapkan tempat menetap di organ lain dan tumbuh secara agresif," kata Dr. Matthew Ellis, peneliti lain dari Washington University yang mengerjakan studi tersebut, dalam satu pernyataan. (Reuter/KPTKI)
Posted in : kesehatan | 0 Comments
